Edukasi

Melirik Yatim yang Masih Memiliki Ayah Kandung

Sebagaimana yang kita pahami, lazimnya seorang anak dikatakan yatim apabila ia belum baligh dan tidak memiliki ayah kandung lagi. Lantas, bagaimana yang dikatakan seorang yatim namun masih memiliki ayah? Secara setatus dalam keluarga, tidak akan ada anak yatim yang masih memiliki ayah. Namun secara realita problema sosial, banyak sekali anak-anak yang masih memiliki ayah namun kehidupannya berekonominya sama atau bahkan lebih sulit dibanding anak yatim pada umumnya.

Alquran sendiri menjelaskan bahwa, “Jangan takut memiliki anak karena takut miskin, karena Allah yang menjamin rezeki mereka.”

Ayat ini juga berlaku bagi anak-anak yang yatim sejak bayi. Secara realitas telah terbukti, bahwa anak yatim memiliki rezeki dari Allah sehingga mereka mampu bertahan. Jika tidak, pasti sudah kita temukan dimana-mana bahwa anak yatim meninggal seminggu setelah kematian sang ayah.

Menurut hasil penelitian, anak yatim ternyata dinilai lebih sejahterah dibanding anak yatim yang masih punya ayah. Anak yatim yang masih punya ayah adalah mereka para anak yang tidak mendapatkan perhatian khusus dari ayah seperti anak-anak lainnya. Atau bisa juga disebut anak-anak yang tidak dinafkahkan secara benar oleh ayahnya. Sejatinya, kondisi anak seperti inilah yang menyikap realita bahwa sang anak sudah menjadi yatim semasa ayahnya masih hidup. Anak tersebut lebih melarat dibandingkan anak yatim sesungguhnya, sebab anak yatim asli sering menerima sedekah atau santunan dari berbagai pihak. Sementara anak yatim berayah, ia jarang mendapatkan sumbangan dari orang lain. Para dermawan juga bimbang, jika mereka memberinya sedekah, ada rasa kekhawatiran apakah sang ayah menerima atau tidak. Bisa saja ayah yang bersangkutan terlanjur marah karena merasa direndahkan.

Oleh sebab itu, marilah kita memberikan perhatian kepada yatim berayah tersebut. Mereka sangat membutuhkan uluran tangan orang lain. Dengan adanya berbagai bantuan yang dapat diberikan, setidaknya selain mengurangi beban si anak, mudah-mudahan bantuan yang kita berikan dapat membuka mata sang ayah untuk bekerja dan peduli lebih pada anaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *