Gaya Hidup

Kolektor 12 Ribu Kaset

BANYAK predikat yang disandangnya: kolektor kaset lagu Indonesia, pengamat musik, pelestari artis 1980-90-an, pemain sinetron, FTV, dan juga pengusaha. Dia juga sosiawan yang peduli pada artis-artis lawas yang tak x beruntung. Dialah Jose Choa Linge, sosok serba bisa.

Sebagai kolektor kaset, Jose Choa Linge bukan sekadar pendengar dan penggila lagu Indonesia. Dia kenal satu per satu artis yang ada di kaset itu. Koleksinya kini sudah mencapai 12 ribu keping.

Di rumahnya di kawasan Kali Malang, ribuan kaset itu disusun dengan rapi dan disimpan dalam rak khusus. Genre musik kaset koleksinya pun lengkap mulai dari pop, rock, keroncong, dangdut. Dia pun mempunyai banyak album lagu-lagu daerah dan lagu anak-anak. Album kaset yang paling tua, katanya, album penyanyi Ratmi B29, Tan Tjeng Bok, Fifi Yong.

Koleksi albumnya hingga era 1990-an melengkapi koleksi rak kasetnya. Tinggal sebut saja siapa nama penyanyinya. Album ini disusun rapi berdasar abjad penyanyinya. Jika dia membeli kaset lagi, dia akan segera mencatatnya lagi.

Karena seringnya bergumul dengan kaset-kaset lawas ini, Jose malah jadi kenal baik dengan para penyanyinya. Para artis penyanyi pun berterima kasih kare-na Jose mau merawat kaset album mereka.

Menurut pengusaha importir daging ini, kaset mempunyai keunikan sendiri. Terutama karena tiap album punya sesuatu. Makanya dia jarang mempunyai kaset kompilasi atau ‘the best of..’.

Biasanya jika keluar kota, dia selalu membawa beberapa koleksi albumnya. Namun yang paling sering dibawa untuk menemani perjalanannya adalah album Dian Piesesha dan Koes Plus. “Dian karena suaranya merdu, enak untuk pengantar tidur. Kalau mau rileks di jalan ya puter Koes plus,” ujarnya.

Jose Choa Linge besar di lingkungan yang-religius di Sulawesi. Papanya Jose bahkan sempat melarang dirinya untuk membaca majalah Aktu-il (majalah musik yang terkenal di Indonesia pada dekade 1970-an). Alasannya, papanya Jose tak ingin anaknya “diru-sak” oleh foto-foto atau pun gambar “seram” yang kerap kali muncul di halaman majalah tersebut.

Untungnya, walau dilarang oleh sang Papa, Jose masih sempat mencuri-curi waktu untuk membaca.”Kakak saya kan suka membaca majalah jadi ya untung bagi saya jadi bisa membaca juga hehehe” kata Jose yang kecil sampai remajanya bercita-cita menjadi seorang aktor.

Pada dekade 1980-an tepatnya tahun 1986, Jose memberanikan diri untuk “kabur” dari Sulawesi ke Jakarta untuk mengejar impiannya menjadi artis. Rekan rekannya di sekolah menyatakan, tempatnya bukan di daerah. Tapi di Jakarta.

Di Ibukota, Jose bergabung dengan dengan Komunitas Pencinta Musik Indonesia (KPMI) di tahun 2000-an. Jose merasa telat mengenal musisi-musisi j adui idolanya. Dia baru “ngeh” dan mendalami apa yang dia cintai pada waktu masuk KPMI. “Saya rajin membaca majalah-majalah musik dekade 1970-an seperti majalah Aktuil” katanya.

Perburuan pun kaset-kaset penyanyi j adui pun dimulai secara insentif. “Bukan berarti saya koleksi sebanyak untuk popular. Tapi ingin mengikuti kata hati,” kata pria yang main beberapa sinetron dan FTV ini.

Kebanyakan dari kaset yang dikoleksi Jose dari penyanyi atau band dari Indoenesia. Menurutnya, sebagai seorang Indonesia dia terpanggil untuk menyukai segala hal yang berbau Indonesia. Tak terkecuali para penyanyi atau band asli Indonesia.

Beberapa artis dekat dengannya kini. Di antaranya Titiek puspa dan Dian Piesesha. Bahkan kinijdia jadi koordinator artis urituk acara nostalgia 1980-an di TVRI.

Ada cerita seru tentang Dian Piesesha. “Pada saat saya berumah tangga, istri saya tidak suka dengan Dian Piesesha. Saat saya setel lagunya, dia banting kasetnya. Rupanya dia cemburu” katanya sambil tertawa.

Kini Jose Choa Linge tak lagi gesit hunting mencari kaset jika dibanding di awal tahun 2000-an. “Sekarang kan sudah banyak dan hampir semua punya, ” papar Jose. Dulu, dia giat hunting ke daerah-daerah. Kini, hanya di Jakarta setia nongkrong di pedagang loakan.

Untuk urusan hunting kaset, dia melakukannya sendiri. “Lebih enak sendiri, lebih bebas” katanya, seraya mengungkapkan, seorang anaknya ikut jejak di dunia model dan iklan, -dimas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *